Baca judul “Saksikan Bahwa Aku Muslim” saya berharap situ jangan takut atau curiga ini adalah blognya muslim garis keras, konservatif, radikal, ekstrimis, teroris apalagi residivis. Keliru berat, karena yang punya ini blog malah berwajah manis dan lumayan romantis(hehe..).
Nggak,..begini, saya itu merasa kayak …gimanaa gitu kalau ada yang ngumandangkan atau baca kalimat “Isyhadu Bi Anna Muslimuun” itu. Semangat saya jadi berdarah-darah gitu. Kayak kesetrum listrik tegangan rendah. Sangat membakar. Seketika itu saya merasa gagah.
Mungkin saja kalimat ini menjadi begitu bermakna bagi saya karena sentimen dan keprihatinan saya terhadap keadaan negeri yang moralnya hampir hancur bin berantakan ini. Sudah kian membudayanya di negeri ini perilaku korupsi, mencuri, dan ingin menang sendiri. Lebih mengerikan lagi, ajang prostitusi yang makin digemari. Tarikan dan tawaran syahwat yang menggiurkan tersaji dimana-mana. Di pasar, mall, tipi, atau bahkan…pengunjung warnet sebelah anda sendiri, coba intip…lha bener kan, dia lagi asyik mlototin pornografi dan pornoaksi. Haduuuh..astaghfirullah!.
Maka kawan, bukan untuk siapa-siapa aku menyerukan ini. “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim!!” adalah untukku sendiri yang masih sadar betul sering secara sengaja atau tanpa sengaja membuka kran pembuluh bagi darah-darah setani untuk leluasa mengaliri setiap ruas tubuh ini…Saat itulah aku butuh sihir dan keajaiban untuk melawan dengan gagah berani. Sihir yang aku temukan dalam kata-kata ini “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim!!”
Keselamatan dan Rahmat Allah senantiasa untukmu...
di Warung Sederhana ini anda dipersilahkan menikmati hidangan
yang seadanya.
Di Warung Sederhana ini anda tak boleh berharap banyak.
Adanya hanya ini saja.
Tapi jika "tempe" renungan, "tahu" hikmah,
atau "jangan asem" kisah pribadi-nya
bikin enak dan kenyang perut anda saya berharap jangan segan beri komentar
supaya tukang dapurnya tambah semangat
menyajikan makanan yang lebih enak lagi...InsyaAlloh!
yang seadanya.
Di Warung Sederhana ini anda tak boleh berharap banyak.
Adanya hanya ini saja.
Tapi jika "tempe" renungan, "tahu" hikmah,
atau "jangan asem" kisah pribadi-nya
bikin enak dan kenyang perut anda saya berharap jangan segan beri komentar
supaya tukang dapurnya tambah semangat
menyajikan makanan yang lebih enak lagi...InsyaAlloh!
Minggu, 16 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar