Keselamatan dan Rahmat Allah senantiasa untukmu...

di Warung Sederhana ini anda dipersilahkan menikmati hidangan
yang seadanya. 
Di Warung Sederhana ini anda tak boleh berharap banyak. 
Adanya hanya ini saja. 
Tapi jika "tempe" renungan, "tahu" hikmah, 
atau "jangan asem" kisah pribadi-nya 
bikin enak dan kenyang perut anda saya berharap jangan segan beri komentar 
supaya tukang dapurnya tambah semangat 
menyajikan makanan yang lebih enak lagi...InsyaAlloh!

Rabu, 26 Maret 2008

AAC

Saya adalah termasuk sebagian besar rakyat indonesia yang sangat bersyukur dengan difilmkannya mahakarya Novel Religi kang Abik "Ayat-Ayat Cinta". ada doa yang terpanjatkan. Semoga mengilhami lahirnya karya-karya sinematografi religi lainnya dan kita tak lagi di jejali
film-film kebodohan yang tak pernah keluar dari tema-tema cabul, mistis, percintaan yang semuanya adalah kepanjangtanganan maksiat.

Banyak komentar yang masuk. bahwa ada beberapa kawan yang tidak puas dengan mas hanung dalam memfilemkan AAC. Komentar tersebut adalah wajar mengingat mereka mungkin terlanjur memasang ekspektasi yang tinggi terhadap hasil visualisasi Novel yang mereka baca. Apalagi memang, kalau kita baca kisah dibalik pembuatan filem AAC (hanungbramantyo.multiply.com), kita mungkin akan memberikan kewajaran pada filem AAC untuk berbeda dengan cerita di novel aslinya. disitu diceritakan bagaimana mas Hanung mengalami stres gara-gara mengahadapi tekanan atas bawah. dari bawah adalah tuntutan para pembaca berat Novel AAC agar
sesempurna novelnya. dari atas adalah tuntutan si India Manooj Punjabi agar AAC dibuat lebih ngepop dan lebih menonjolkan nuansa percintaannya kayak filem K2H2 (Kuch-Kuch Hota Hai)

Kalau anda tanya kepada saya secara pribadi. Jujur, saya cukup menyayangkan beberapa adegan dalam filem AAC. 
Ceritanya, waktu nonton di bioskop saya mengajak tiga keponakan saya yang masih 
usia SMP danSD. Bagi saya ini adalah filem Islami. Saya berharap dua  keponakan saya itu menemukan pemahaman lebih kuat dalam pergaulan Islami ketika menonton filem AAC.
Sayang saya benar-benar dihinggapi rasa tidak nyaman ketika adegan "akan melakukan hubungan suami istri" dan adegan ciuman fahri itu di tampakkan juga (walaupun saya yakin itu tak sungguhan). Namanya otak manusia, 
biarpun berhenti pada moment yang dianggap wajar (tidak sampai bukan-bukaan) tetap saja otak ini menjelajah kemana-mana. saya rasa itu bukan bagian penting yang kalau tidak dimunculkan terus 
merusak alur cerita.


Tidak bisa dipaksakan. Itulah kesimpulan akhir saya atas filem AAC. Kalau di Novel dalam setiap lembarnya kita menemukan bahan renungan karena nuansa spiritualnya yang kental maka kita menemukan dalam filem AAC bahan hiburan  yang syarat akan roman percintaan.
Apapun harus disyukuri. Bagi saya, setidaknya, ayat Al-Qur'an bisa terlantun di gedung Bioskop dan membuat sebagian penonton wanita yang tak berjilbab menangis itu mudah-mudahan salah satu jalan hidayah. Yang jelas seorang teman berkoementar "saya akhirnya mengerti bagaimana cara menjemput jodoh secara Islami".

Minggu, 16 Maret 2008

Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim!!

Baca judul “Saksikan Bahwa Aku Muslim” saya berharap situ jangan takut atau curiga ini adalah blognya muslim garis keras, konservatif, radikal, ekstrimis, teroris apalagi residivis. Keliru berat, karena yang punya ini blog malah berwajah manis dan lumayan romantis(hehe..).

Nggak,..begini, saya itu merasa kayak …gimanaa gitu kalau ada yang ngumandangkan atau baca kalimat “Isyhadu Bi Anna Muslimuun” itu. Semangat saya jadi berdarah-darah gitu. Kayak kesetrum listrik tegangan rendah. Sangat membakar. Seketika itu saya merasa gagah.
Mungkin saja kalimat ini menjadi begitu bermakna bagi saya karena sentimen dan keprihatinan saya terhadap keadaan negeri yang moralnya hampir hancur bin berantakan ini. Sudah kian membudayanya di negeri ini perilaku korupsi, mencuri, dan ingin menang sendiri. Lebih mengerikan lagi, ajang prostitusi yang makin digemari. Tarikan dan tawaran syahwat yang menggiurkan tersaji dimana-mana. Di pasar, mall, tipi, atau bahkan…pengunjung warnet sebelah anda sendiri, coba intip…lha bener kan, dia lagi asyik mlototin pornografi dan pornoaksi. Haduuuh..astaghfirullah!.

Maka kawan, bukan untuk siapa-siapa aku menyerukan ini. “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim!!” adalah untukku sendiri yang masih sadar betul sering secara sengaja atau tanpa sengaja membuka kran pembuluh bagi darah-darah setani untuk leluasa mengaliri setiap ruas tubuh ini…Saat itulah aku butuh sihir dan keajaiban untuk melawan dengan gagah berani. Sihir yang aku temukan dalam kata-kata ini “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim!!”